JAKARTA,iNews.id - Tembikar atau yang kini lebih banyak dikenal dengan nama pottery merupakan kerajinan tradisional yang diciptakan dari tanah liat. Keberadaan kerajinan tangan ini bahkan diperkirakan telah ada sejak zaman prasejarah.
Tepatnya, tembikar sudah ada setelah manusia hidup secara menetap dan mulai bercocok tanam. Memiliki berbagai kegunaan dari proses yang ada, kini pottery lebih dijadikan sebagai media rileksasi atau hobi. Namun ada juga yang menjadikan keahlian sebagai ladang cuan.
Melalui proses yang lumayan panjang, pembuatan pottery tak semudah yang terlihat. Dimulai dari proses pembentukan, penjemuran, hingga pembakaran, semua langkah-langkah ini nyatanya memerlukan rasa sabar yang ekstra.
Hal ini disetujui oleh perajin pottery sekaligus pemilik Nii Living, Stefany Metta Uppalawana saat ditemui di Studio 2 iNews Tower, Senin (2/10/2023).
“Sabar. Karena, dalam proses pembuatan kerajinan ini perlu menaruh jiwa kita pada setiap bahan-bahan yang digunakan. Ada perhitungannya, gak boleh cepet puas dan jangan gak mau belajar lagi,” kata Stefany.
Stefany juga mengungkapkan dengan belajar dan terus melakukan praktik dapat menjadikan seseorang mahir dan tentunya ahli. Hal ini akan terlihat dari model-model, motif serta teknik pewarnaan yang akan dia aplikasikan pada tanah liatnya sebelum dilakukan tahap final, yaitu pembakaran.