Infografis pemerintah tak anak naikkan tarif listrik. (dok iNews)
Mochamad Rizky Fauzan

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tak akan menaikkan tarif listrik di kuartal IV 2022 atau pada Oktober-Desember 2022.  
Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif, saat ditanya wartawan di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (16/9/2022). "Kagak," jawabnya singkat.  

Seperti diketahui, pemerintah melakukan penyesuaian tarif listrik non subsidi untuk tiap kuartal terkait dengan gejolak harga komoditas energi. 

Sebelumnya pada Juli 2022, pemerintah telah melakukan penyesuaian tarif untuk kuartal III 2022 di mana 5 golongan pelanggan mengalami kenaikan. 

Dari 5 golongan pelanggan tersebut, 2 di antaranya ialah pelanggan rumah tangga. Pelanggan rumah tangga yang tarif listriknya naik ialah dengan daya di atas 3.500 VA. 

Berikut tarif listrik untuk 5 golongan yang telah mengalami kenaikan: 

1. Pelanggan rumah tangga golongan R2 dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp111.000 per bulan. 

2. Pelanggan rumah tangga golongan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp346.000 per bulan. 

3. Pelanggan pemerintah golongan P1 dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp978.000/bulan 

4. Pelanggan pemerintah golongan P3 tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp271.000 per bulan 

5. Pelanggan pemerintah golongan P2 dengan daya di atas 200 kVA tarifnya disesuaikan dari Rp1.114,74 per kWh menjadi Rp1.522,88 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp 38,5 juta per bulan.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT