JAKARTA, iNews.id — Momentum Ramadan dan Idulfitri kembali menjadi periode panen bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner. Permintaan kue kering dan kue basah meningkat tajam, mendorong kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.
Salah satu yang merasakan lonjakan tersebut adalah Zulaikhah Cake, rumah produksi di Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Bangka Belitung. Selama Ramadan, aktivitas produksi nyaris tanpa henti untuk memenuhi pesanan yang dikirim ke sejumlah kota di Indonesia.
Pemilik usaha, Zulaikhah (42), menyebut musim Lebaran sebagai periode dengan penjualan tertinggi sepanjang tahun. Dalam kurun tersebut, ia mampu memproduksi sekitar 1,5 hingga 2 ton kue kering dengan melibatkan 20 hingga 30 pekerja. Pada hari biasa, jumlah tenaga kerja yang terlibat sekitar tujuh orang.
“Kalau omzet Lebaran meningkat sangat pesat dari kue kering dan kue basah. Peningkatannya bisa 17 kali lipat atau lebih dari 1.000 persen dari omzet bulanan biasa,” ujar Zulaikhah.
Usaha yang dirintis sejak 2012 dengan modal awal Rp25 juta itu telah melewati berbagai fase pasang surut. Dalam perjalanannya, Zulaikhah mendapat pembinaan dari PT Timah Tbk (TINS), anggota holding pertambangan MIND ID. Ia mengaku memperoleh dukungan berupa pinjaman modal, pelatihan manajemen dan pemasaran, hingga bantuan peralatan produksi seperti mixer.