JAKARTA, iNews.id - Penyakit diabetes masih menjadi momok bagi masyarakat dunia. Menurut data International Diabetes Federation (IDF), setidaknya 1 dari 10 orang atau sekitar 537 juta orang di dunia mengalami diabetes. Fenomena ini tentu menjadi sebuah ironi karena kemajuan teknologi saat ini masih belum bisa mengatasi permasalahan yang telah ada sejak bertahun-tahun yang lalu.
Namun benarkah penderita diabetes harus selalu hidup berdampingan dengan penyakit yang dideritanya tersebut? Apakah benar bahwa penyakit diabetes tidak bisa disembuhkan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut akhirnya terjawab melalui sebuah forum seminar kesehatan bertajuk “Diabetes Terbukti Sembuh dengan Penerapan Konsep Karnus” yang dihadiri oleh Iwan Benny Purwowidodo selaku Founder Konsep Karnus, dr. Sugeng Ibrahim, M.Biomed seorang dokter ahli biomedik sekaligus dosen FK UNIKA Soegijapranata serta para survivor diabetes yang secara langsung menyampaikan pengalamannya ketika mengikuti program pendampingan sembuh diabetes dengan Konsep Karnus.
Pada seminar tersebut disampaikan bahwa Konsep Karnus sebagai suatu konsep kesehatan baru yang berusaha mengaitkan berbagai dasar ilmu tentang tubuh manusia dan alam semesta, menjelaskan hasil program pendampingan sembuh diabetes yang telah berjalan membuahkan hasil positif yakni progress kesembuhan para peserta program.
“Dari data robot pendamping kami Karnus BOT1, mayoritas peserta program menunjukkan data gula darah yang berangsur stabil bahkan ada yang telah mencapai target HbA1c yaitu kadar glukosa yang terikat dalam hemoglobin selama 3 bulan berangsur turun di kisaran 4.5% - 6.4% ”, terang Iwan Benny pada acara tersebut.