JAKARTA, iNews.id - Ramadan kerap dimaknai sebagai momentum memperbaiki diri. Namun menjaga konsistensi selama 30 hari bukan perkara mudah, terutama ketika dijalani sendiri. Berangkat dari realitas tersebut, Kahf meluncurkan gerakan bertajuk “Bener Bareng” yang mengajak pria saling menguatkan agar mampu konsisten menjadi lebih baik, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga setelahnya.
Gerakan ini diperkenalkan dalam Kahf Ramadan Gathering 2026: Bener Bareng, yang dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus ruang aman bagi pria untuk menanggalkan ego dan memulai kembali perjalanan spiritual secara kolektif. CEO Paragon Corp, Harman Subakat, menyatakan, “Menjadi baik di luar harus sejalan dengan menjadi benar di dalam, dan itu tidak bisa sendiri. Ramadhan adalah pit stop untuk meluruskan niat dan menguatkan tekad.”
Brand Representative Kahf, Billy Dharmawan, menambahkan bahwa kampanye ini lahir dari keresahan sederhana. “Banyak pria ingin memperbaiki diri, tetapi sering merasa canggung untuk memulai. Ketika dilakukan bersama, proses itu terasa lebih ringan,” ujarnya.
Gerakan tersebut menyasar generasi muda yang terbiasa tumbuh dalam komunitas—mulai dari olahraga, gim, otomotif, hingga kreator digital. Sepanjang Ramadan, sejumlah inisiatif digelar lintas negara dan platform. Salah satunya Kahf Global Iftar yang diadakan di lima negara dengan total sekitar 2.000 peserta, termasuk kolaborasi dengan Ramadan Tent Project di Inggris. Di Indonesia, kegiatan serupa diperluas ke 26 kota sebagai ruang temu dan berbagi antar komunitas pria.
Di ranah spiritual, Kahf berkolaborasi dengan Yayasan AMM menghadirkan Iqro Redesign yang mendorong semangat belajar Al-Qur’an dari awal. Program Benerin Bacaan Quran Bareng Ngajilah.id juga diikuti 255 peserta untuk memperbaiki bacaan Al-Fatihah dan surat-surat pendek.
Sementara itu, kolaborasi kreatif dilakukan melalui Creator Collab Series bersama sejumlah kreator digital, serta sesi siniar langsung bertema “Building Impact Through Community” menghadirkan Raditya Dika dan band Perunggu. “Kalau jalan sendiri mungkin cepat, tapi kalau bareng-bareng bisa lebih jauh,” kata Raditya Dika.
Gerakan ini juga dilanjutkan melalui Global Open Iftar di Mekkah, Madinah, London, New York, dan Chiba, serta tantangan digital selama Ramadan untuk menjaga konsistensi kebaikan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bener Bareng menekankan pentingnya kebersamaan sebagai fondasi perubahan yang berkelanjutan