JAKARTA, iNews.id – Minat masyarakat Indonesia terhadap pasar modal terus meningkat. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Juni 2025 mencatat jumlah investor saham hampir menyentuh 7,1 juta, dengan hampir 80 persen di antaranya berusia di bawah 40 tahun. Angka ini melonjak dibanding akhir 2023 yang berjumlah 5,2 juta dan akhir 2024 sebanyak 6,3 juta investor.
Menurut Head of PR & Corporate Communication Stockbit, William, lonjakan ini juga tercermin pada aktivitas transaksi. “Secara year-to-date, dari 95 perusahaan sekuritas yang beroperasi di Indonesia, Stockbit menduduki peringkat pertama dari segi frekuensi transaksi. Lebih dari 35 juta transaksi jual-beli saham dilakukan di Stockbit,” ujarnya di Jakarta, Senin (4/8/2025).
William menilai, kemudahan penggunaan aplikasi, biaya transaksi yang kompetitif, edukasi bagi pemula, keamanan berlapis, tampilan antarmuka sederhana, serta inovasi teknologi menjadi faktor pendorong tingginya minat investor, terutama generasi muda. Fasilitas seperti Stockbit Academy, galeri investasi di berbagai daerah, hingga teknologi login biometrik disebut meningkatkan kenyamanan dan rasa aman berinvestasi.
Selain itu, kehadiran aplikasi desktop modern yang mendukung Windows dan MacOS juga memberi pengalaman baru bagi pengguna. “Dengan kemudahan pembukaan rekening dan platform trading yang user-friendly, Stockbit kian menjadi aplikasi favorit bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi,” kata William.