JAKARTA, iNews.id - (Kiri ke kanan) Senior Officer Health Care Provider PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Ruly Iskandar Lubis, Vice President Human Capital PT Bank Pembangunan Daerah Lampung, Dody Putra, President Direktur Optik Melawai, Eddyanto Hadisurjo, Sekretaris Koperasi Konsumen Karyawan MNC Group, Andry Wisnu, Ketua Koperasi Konsumen Pegawai Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Koperasi KPPD DKI Jakarta), Sutrasno dan Head of Corporate & Insurance Business Optik Melawai, Endung Irmawati berfoto bersama usai melakukan penandatangan kerjasama di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Optik Melawai resmi menjalin kerja sama dengan lima mitra bisnis baru lintas sektor sebagai langkah memperluas layanan penyediaan kacamata sekaligus memperkuat bisnis korporasi perusahaan. Penandatanganan kerja sama ini menjadi momentum penting di awal tahun 2026 dan menandai perluasan jangkauan Optik Melawai ke berbagai lini bisnis di luar sektor asuransi.
President Director Optik Melawai, Eddyanto Hadisurjo, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan. Ia menyebut kerja sama ini melibatkan lima mitra dengan bidang usaha yang berbeda, sehingga membuka peluang pengembangan layanan yang lebih luas. “Momentum awal tahun ini menjadi langkah penting karena kami bekerja sama dengan lima line business yang berbeda,” ujarnya.
Adapun mitra yang bergabung meliputi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Paragon Technology and Innovation, PT Bank Pembangunan Daerah Lampung, Koperasi Konsumen Karyawan MNC Group, serta Koperasi Konsumen Pegawai Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. Eddyanto menjelaskan, kolaborasi lintas sektor ini memperluas cakupan pasar Optik Melawai yang sebelumnya lebih banyak berfokus pada sektor asuransi.
Ia menambahkan, masing-masing mitra memiliki potensi pasar yang besar, baik dari jumlah karyawan maupun skema manfaat yang ditawarkan. Khusus segmen koperasi, sistem pembayaran melalui koperasi dengan skema benefit yang fleksibel dinilai memberikan peluang pengembangan layanan yang lebih inklusif.