LUMAJANG, iNews.id - Perjuangan anak-anak untuk tetap bersekolah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, harus melewati medan berbahaya. Sejumlah orang tua terpaksa menggendong anak mereka menyeberangi aliran Sungai Regoyo yang masih deras setelah akses jalan terputus akibat terjangan banjir lahar Gunung Semeru.
Peristiwa ini terjadi di Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro. Banjir lahar dingin Gunung Semeru menyebabkan jalan penghubung antardusun tertimbun material pasir dan batu dalam jumlah cukup tebal.
Akibatnya, jalur yang menghubungkan Dusun Sumber Langsep dengan Dusun Sumber Kajar tidak bisa dilalui kendaraan. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga, termasuk anak-anak yang hendak berangkat sekolah, terganggu.
Tak ingin anak-anak mereka tertinggal pelajaran, sejumlah orang tua akhirnya mengambil risiko dengan menggendong buah hati mereka melintasi aliran Sungai Regoyo. Padahal, arus sungai masih cukup deras sehingga membahayakan keselamatan warga.
Terputusnya akses jalan tidak hanya berdampak terhadap kegiatan pendidikan. Sebanyak 135 kepala keluarga yang tinggal di Dusun Sumber Langsep juga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.