JAKARTA, iNews.id - Aksi demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup di Prancis berujung kerusuhan. Massa dilaporkan membakar gedung Balai Kota, merusak fasilitas publik, hingga menjarah sejumlah toko mewah di berbagai kota.
Salah satu kerusuhan terparah terjadi di Kota Limoges. Sekelompok demonstran bertopeng membakar gedung Balai Kota yang merupakan bangunan bersejarah berusia sekitar 140 tahun.
Kobaran api melalap bagian bangunan hingga menyebabkan atapnya runtuh. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada gedung yang menjadi salah satu fasilitas publik di kota itu.
Kerusuhan juga meluas ke Paris, Marseille, Lyon, dan Lille. Aksi yang melibatkan mahasiswa, serikat pekerja, serta pendukung gerakan rompi kuning itu diwarnai perusakan jendela toko, pembakaran kendaraan, hingga penjarahan butik fesyen mewah dan gerai merek ternama, termasuk YSL.
Situasi di ibu kota Paris semakin tegang ketika aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Gas tersebut dilaporkan menyebar hingga ke dalam gerbong Metro, transportasi umum yang digunakan masyarakat setempat.