Skripsi Tak Jadi Syarat Kelulusan, UNJ Khawatirkan Kualitas Mental Mahasiswa

muhammad farhan
Beragam tanggapan muncul setelah Kemendikbudristek mengeluarkan kebijakan tugas akhir mahasiswa tidak lagi diwajibkan melalui penulisan skripsi.

JAKARTA, iNews.id - Beragam tanggapan muncul setelah Kemendikbudristek mengeluarkan kebijakan tugas akhir mahasiswa tidak lagi diwajibkan melalui penulisan skripsi. Kepala Divisi Pemberitaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Syaifudin menjelaskan, meski pihaknya menyambut positif, mereka khawatir adanya dampak negatif dari kebijakan tersebut.

Syaifudin menyebut, mahasiswa yang lulus tanpa melalui skripsi, akan cenderung menjadi generasi yang serba mendapatkan kemudahan. Dengan adanya diversifikasi metode kelulusan tersebut, alih-alih mempermudah mahasiswa, namun akan menjadi jalan mudah dari kelulusan yang berdampak pada kualitas dan kesehatan mental mahasiswa.

Editor : Wahyu Triyogo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mahfud MD Minta Prabowo Buka-bukaan Orang yang Diduga Biayai Aksi Demo

57 tahun lalu

Ricuh Diskusi Pejabat di UGM Terungkap! Mahasiswa: Bentuk Ekspresi Kekecewaan

57 tahun lalu

Headline iNEWS.ID: Kejagung Usut Sosok Kuasa Pengguna Anggaran Proyek Chromebook Kemendikbud

57 tahun lalu

Dugaan Korupsi Chromebook, Nadiem Akui Siap Beri Keterangan ke Kejagung

57 tahun lalu

Headline iNEWS.ID: UI Desak Bebaskan Cho Yong Gi, Mahasiswa Filsafat yang Jadi Tersangka Demo May Day

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal