JAKARTA, iNews.id - War tiket haji dibatalkan pemerintah setelah sempat memicu polemik di masyarakat. Wacana yang memungkinkan calon jemaah haji berangkat tanpa antre panjang itu dinilai masih terlalu prematur.
Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf memutuskan untuk menghentikan sementara pembahasan sistem tersebut. Kebijakan ini diambil setelah muncul pro dan kontra dari berbagai kalangan.
Sebelumnya, konsep “war tiket haji” ramai diperbincangkan. Skema ini mengusung mekanisme siapa cepat dia dapat bagi calon jemaah yang ingin berangkat ke Tanah Suci.
Namun, pemerintah menilai sistem tersebut belum siap diterapkan. Selain berpotensi menimbulkan ketimpangan, wacana ini juga memicu kekhawatiran di masyarakat. Karena itu, pembahasan terkait war tiket haji dihentikan untuk sementara waktu. Pemerintah memilih fokus pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan haji berjalan optimal tanpa gangguan kebijakan yang belum matang. Keputusan ini diharapkan mampu meredam polemik di masyarakat. Sekaligus memastikan seluruh proses ibadah haji berjalan sesuai rencana.