“Pertama yang harus dipersiapkan itu adalah Bapak dan Ibu semuanya itu harus punya engagement yang kuat dengan jemaah. Itu yang ingin kita bangun. Mulai dari ASN, Kakanwil, nanti petugas haji, semua yang mengurus haji itu harus punya engagement yang kuat dengan jemaah,” tegasnya.
Dahnil menjelaskan kedekatan antara petugas dan jemaah memiliki makna penting. Dalam istilah agama, hubungan tersebut dikenal sebagai ta’liful qulub atau tautan hati, yakni jalinan silaturahmi yang melahirkan ikatan kuat selama proses penyelenggaraan ibadah haji.
Dia menegaskan Kemenhaj tidak hanya bertugas memberangkatkan jemaah seperti biro perjalanan atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Menurutnya, kementerian yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto memiliki amanah membina dan mendampingi jemaah selama menjalankan ibadah.
“Kemenhaj adalah institusi negara yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto yang mengemban amanah besar untuk membina, mengawal, dan memastikan transformasi nilai-nilai mulia terjadi selama proses ibadah haji berlangsung,” ujar Dahnil.
Dahnil menambahkan penyelenggaraan haji juga diarahkan untuk melahirkan transformasi nilai melalui konsep Tri Sukses, yaitu Sukses Ritual, Sukses Ekonomi, serta Sukses Peradaban dan Keadaban.