"Kawal Haji kita bangun dengan teknologinya PWA, Progressive Web Application, yang di mana aplikasi ini basisnya adalah browser," ujar Ali Sadikin merinci aspek teknologinya.
Pemilihan arsitektur berbasis peramban ini merupakan kebijakan teknis terukur untuk mencegah pemborosan ruang penyimpanan pada ponsel jemaah. Pengguna perangkat Android maupun iOS tidak perlu lagi melakukan instalasi aplikasi konvensional yang kerap memakan banyak memori gawai.
PPIH juga menegaskan, aplikasi Kawal Haji versi lama yang masih tersisa di etalase Google Playstore sudah tidak berlaku dan sedang dalam proses penarikan. Jemaah beserta petugas diinstruksikan untuk sepenuhnya beralih ke akses peramban resmi melalui tautan kawal.haji.go.id.
Melalui kemudahan akses tanpa unduhan ini, pemerintah berharap tingkat partisipasi pengawasan layanan haji akan semakin merata di semua kloter. Setiap laporan yang masuk diklaim akan menjadi evaluasi instan bagi negara untuk merespons dinamika pelayanan di Arab Saudi.