Aksi mogok ini juga mencerminkan meningkatnya tingkat frustasi di kalangan pekerja Belanda, di mana pertumbuhan ekonomi tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan.
Perselisihan antara para guru dengan pemerintah tak hanya sebatas pada masalah kantong. Mereka harus menghadapi beban kerja yang berat di waktu mendatang karena jumlah guru akan berkurang sebanyak 11.000 sampai 2027.
Artinya kekosongan guru harus diisi oleh tenaga yang ada. Di saat yang sama kesenjangan antara upah guru dan profesi lain semakin meningkat.
Para guru berjanji akan melanjutkan aksi mogok ini tahun depan jika permintaan mereka tidak dipenuhi.