1.000 Marinir Ukraina Bertekuk Lutut ke Rusia, Kemhan: Mereka Meletakkan Senjata dan Menyerah

Ahmad Islamy Jamil
Pasukan pro-Rusia terlihat di atas kendaraan lapis baja di kota pelabuhan Mariupol yang terkepung di Ukraina. (Foto: Reuters)

Kota Mariupol menjadi salah satu lokasi pertempuran sengit antara pasukan Rusia dan prajurit Ukraina.

Rusia memulai operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari lalu.  Menurut Kremlin, operasi militer itu sebagai tanggapan atas permintaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) kepada Moskow, agar memberikan mereka perlindungan terhadap serangan intensif oleh pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah di Donbas, yang memisahkan diri dari Ukraina.

Para pejabat Rusia mengatakan, tujuan operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina. Mereka mengklaim warga sipil tidak dalam bahaya akibat operasi itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
3 hari lalu

Heboh Kabar Istana Rayakan Ultah Prabowo Bareng Wakil PM Rusia, Bakom Buka Suara

4 hari lalu

Gempa Besar M7,2 Guncang Kamchatka Rusia, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

4 hari lalu

MK Putuskan Prajurit TNI Bisa Diadili di Peradilan Umum, DPR: Perkuat Revisi UU Peradilan Militer

5 hari lalu

Trump: China dan Rusia Rugi Besar jika Bantu Iran Perang Lawan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal