15 Tuntutan AS vs Iran Terungkap: Syarat Damai Bertolak Belakang, Mungkinkah Deal atau Buntu?

Maria Christina Malau
Presiden AS Donald Trump telah mengajukan rencana damai 15 poin untuk mengakhiri perang, sedangkan Iran juga punya tuntutan yang tidak kalah keras.  (Ilusrasi AI)

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (26/3/2026), beberapa poin utama dari 15 butir rencana perdamaian yang digagas Trump, di antaranya:

1. Gencatan senjata selama 30 hari.
2. Pembongkaran fasilitas nuklir Iran di Natanz, Isfahan, dan Fordow.
3. Komitmen permanen Iran untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir.
4. Penyerahan stok uranium Iran yang telah diperkaya kepada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), serta komitmen Iran untuk mengizinkan IAEA memantau seluruh elemen infrastruktur nuklir yang masih tersisa. Iran juga diwajibkan menghentikan pengayaan uranium di dalam negeri.
5. Pembatasan jangkauan dan jumlah rudal Iran.
6. Penghentian dukungan Iran terhadap kelompok proksi di kawasan Timur Tengah, yakni Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman.
7. Penghentian serangan Iran terhadap fasilitas energi regional.
8. Pembukaan kembali Selat Hormuz.
9. Sebagai balasannya, AS menawarkan mencabut seluruh sanksi terhadap Iran, serta penghentian mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memungkinkan sanksi diberlakukan kembali.
10. AS akan mendukung pembangkitan listrik di pembangkit nuklir sipil Iran di Bushehr.

Dengan kata lain, tuntutan AS tidak hanya menyasar program nuklir, tetapi juga kekuatan militer, pengaruh regional, hingga kontrol Iran atas jalur energi global.

Apa Tuntutan Iran untuk Mengakhiri Perang?

Di sisi lain, Iran juga memiliki daftar tuntutan yang menjadi syarat mutlak untuk mengakhiri konflik.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 11 Maret menegaskan, perdamaian hanya dapat tercapai jika hak sah Iran diakui. Pernyataan ini merujuk pada hak Iran untuk mempertahankan kedaulatan, termasuk dalam pengembangan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Selain itu, Iran menuntut pencabutan seluruh sanksi ekonomi yang selama ini membatasi sektor minyak, perdagangan, dan keuangan negara tersebut. Bagi Teheran, tanpa penghapusan sanksi, tidak ada dasar untuk membahas perdamaian.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Nasional
2 jam lalu

Arab Saudi Kutuk Keras Iran Blokade Selat Hormuz, Ancam Ekonomi Global

Nasional
3 jam lalu

Dubes Saudi Kecam Serangan Iran ke Negara Teluk: Disiapkan untuk Picu Permusuhan!

Internasional
11 jam lalu

AS Dilaporkan Kirim Ribuan Pasukan Terjun Payung ke Timur Tengah, Siap Serbu Iran?

Internasional
19 jam lalu

Bela Iran, Kim Jong Un Sebut AS Negara Teroris Agresor Singgung Senjata Nuklir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal