Hingga kini, skala kerusakan secara keseluruhan belum dapat dipastikan. Pemerintah Venezuela masih melakukan pemeriksaan di daerah-daerah yang mengalami dampak paling parah akibat bencana tersebut.
Namun USGS memperkirakan potensi korban jiwa cukup tinggi mengingat luasnya kerusakan yang ditimbulkan. Dalam pernyataannya pada Kamis (25/6/2026), lembaga itu memperingatkan, bencana dapat meluas dan gempa susulan dengan kekuatan signifikan masih mungkin terjadi.
"Bencana ini kemungkinan meluas dan gempa susulan dengan guncangan yang berpotensi kuat mungkin akan terjadi," demikian pernyataan USGS.
Berdasarkan pemodelan USGS, terdapat kemungkinan 44 persen korban jiwa mencapai 10.000 jiwa atau 30 persen mencapai 100.000 jiwa di wilayah-wilayah terdampak. Angka itu tergolong tinggi untuk bencana gempa bumi.
Selain ancaman korban jiwa, USGS juga memperingatkan risiko signifikan terjadinya tanah longsor dan likuifaksi. Likuifaksi merupakan fenomena pergeseran sedimen akibat guncangan gempa yang dapat menyebabkan permukaan tanah kehilangan kekuatannya dan bergerak seperti cairan.