3 Bom Bus Guncang Tel Aviv, Pengamat Sebut Israel Tak Aman

Anton Suhartono
Tiga bom bus mengguncang Tel Aviv, Israel, Kamis (20/2) malam waktu setempat.

Kepala kepolisian Tel Aviv Haim Sargarof mengatakan, kelima bahan peledak tersebut sama serta memiliki pengatur waktu. Selain itu tampaknya dibuat secara darurat.

Pasca-kejadian, Otoritas Angkutan Umum Tel Aviv diperintahkan untuk menghentikan pengoperasian seluruh armada bus, kereta, dan LRT, unuk memastikan keamanan.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Namun pihak berwenang Israel menduga, serangan bom tersebut terkait dengan operasi militer pasukan Israel di Tulkarem, Tepi Barat. Kamp pengungsi Tulkarem, Jenin, dan Nur Shams menjadi sasaran serangan militer paling brutal Israel sejak Perang 1967 atau saat dimulainya pendudukan Israel.

Pengamat politik Israel Akiva Eldar mengatakan kepada Al Jazeera, serangan terhadap bus-bus Tel Aviv telah melumpuhkan transportasi umum pada hari sibuk menjelang akhir pekan.

"Banyak tentara yang pulang ke rumah untuk menghabiskan akhir pekan dan suasana hati menjadi tegang," kata Eldar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lebanon Rugi Rp72 Triliun akibat Serangan Israel sejak 2 Maret, Belum Termasuk Kerusakan Ekonomi

57 tahun lalu

Menhan Israel Ancam Bunuh Pemimpin Tertinggi Mojtaba saat Iran Gelar Pemakaman Ali Khamenei

57 tahun lalu

Hamas Bubarkan Pemerintahan Gaza di Tengah Proses Gencatan Senjata dengan Israel

57 tahun lalu

Ari Lasso Suarakan Kemerdekaan Palestina di Panggung Prambanan Jazz 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal