3 Tentara Bayaran Asing Dihukum Mati karena Bela Ukraina, Pimpinan Donetsk: Tidak Ada Ampun

Umaya Khusniah
Pemimpin wilayah Donetsk, Denis Pushilin mengatakan, tidak ada alasan untuk mengampuni tentara bayaran yang membela Ukraina. (Foto: Reuters)

Sementara itu, keluarga Aslin mengatakan, dia dan Pinner bukan dan tidak pernah menjadi tentara bayaran. Mereka tinggal di Ukraina ketika perang pecah. 

"Sebagai anggota angkatan bersenjata Ukraina, mereka harus diperlakukan dengan hormat sama seperti tawanan perang lainnya", kata keluarga itu dalam sebuah pernyataan.

Donetsk dan Luhansk adalah dua entitas yang memisahkan diri dari Ukraina dan didukung Rusia di wilayah Donbass di Ukraina timur. Rusia mengatakan wilayah itu sedang berjuang untuk lepas sepenuhnya dari kendali Kiev.

Tiga hari sebelum meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, Presiden Vladimir Putin mengakui mereka sebagai negara merdeka. Hal itu menjadi sebuah langkah yang dikutuk oleh Ukraina dan Barat sebagai tindakan ilegal.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
1 hari lalu

WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Komisi I DPR Desak Perlindungan dan Pemulangan

2 hari lalu

RI Minta Rusia Setop Rekrutmen WNI Jadi Tentara, Pengamat: Langkah Tepat

5 hari lalu

Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas 50 Hilang

6 hari lalu

Kasus WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Korbannya Warga Sipil hingga Eks TNI-Polri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal