38 Pendemo Myanmar Dibantai Aparat, PBB: Hari Paling Berdarah sejak Kudeta

Djairan
Para demonstran penolak kudeta bentrok dengan aparat keamanan Myanmar, Rabu (3/3/2021). (Foto: Reuters)

Sebagai tindak lanjut, Dewan Keamanan PBB akan membahas kerusuhan di Myanmar pada Jumat (5/3/2021) dalam pertemuan tertutup. Juru bicara junta militer Myanmar yang berkuasa belum memberikan pernyataan terkait.

Para saksi mata mengatakan, polisi dan tentara melepaskan tembakan dengan peluru tajam dan hanya sedikit tembakan peringatan pada Rabu. Pertumpahan darah itu terjadi satu hari setelah negara-negara tetangga menyatakan keprihatinan.

“Mengerikan, ini pembantaian. Tidak ada kata yang dapat menggambarkan situasi dan perasaan kami,” kata aktivis pemuda, Thinzar Shunlei Yi.

Ko Bo Kyi, sekretaris gabungan kelompok hak asasi Tahanan Politik Asosiasi Bantuan Myanmar, sebelumnya mengatakan militer menewaskan sedikitnya 18 orang dalam unjuk rasa. Namun, jumlah korban meningkat di pengujung hari.

Seperti di Yangon, saksi mata mengatakan, sedikitnya delapan orang tewas. tujuh di antaranya terkapar ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan beruntun di sebuah kawasan di utara kota, Rabu sore.

“Saya mendengar begitu banyak tembakan terus menerus. Saya berbaring di tanah, mereka banyak menembak,” kata pengunjuk rasa, Kaung Pyae Sone Tun.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
22 hari lalu

Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik 

24 hari lalu

6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan

27 hari lalu

Prabowo Bangga Rumah Pendidikan Raih Juara PBB: Digitalisasi Kita Diakui Dunia

28 hari lalu

2 WNI Disandera di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal