38 Pendemo Myanmar Dibantai Aparat, PBB: Hari Paling Berdarah sejak Kudeta

Djairan
Para demonstran penolak kudeta bentrok dengan aparat keamanan Myanmar, Rabu (3/3/2021). (Foto: Reuters)

“Mengerikan, ini pembantaian. Tidak ada kata yang dapat menggambarkan situasi dan perasaan kami,” kata aktivis pemuda, Thinzar Shunlei Yi.

Ko Bo Kyi, sekretaris gabungan kelompok hak asasi Tahanan Politik Asosiasi Bantuan Myanmar, sebelumnya mengatakan militer menewaskan sedikitnya 18 orang dalam unjuk rasa. Namun, jumlah korban meningkat di pengujung hari.

Seperti di Yangon, saksi mata mengatakan, sedikitnya delapan orang tewas. tujuh di antaranya terkapar ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan beruntun di sebuah kawasan di utara kota, Rabu sore.

“Saya mendengar begitu banyak tembakan terus menerus. Saya berbaring di tanah, mereka banyak menembak,” kata pengunjuk rasa, Kaung Pyae Sone Tun.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
6 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Kontroversial, Perang Saudara Masih Berkecamuk

Nasional
10 hari lalu

Indonesia Dinominasikan jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

Internasional
16 hari lalu

Jet Tempur F-16 Thailand Gentayangan di Langit Kamboja, Phnom Penh Protes Singgung Piagam PBB

Internasional
26 hari lalu

Profil Patrice Talon, Presiden Benin yang Lolos dari Kudeta Perwira Militer

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal