Selain itu, penunjukan Sinwar, yang sebelum penunjukannya sebagai kepala biro politik sudah masuk daftar target, juga seolah-olah menantang Israel.
Pria kelahiran 1962 itu merupakan pendiri dinas keamanan Hamas, Majd. Lembaga ini mengelola masalah keamanan internal, menyelidiki para agen Israel, serta melacak para agen intelijen dan dinas keamanan Israel.
Sinwar telah ditangkap tiga kali oleh Israel dan dijatuhi hukuman seumur hidup empat kali. Penangkapan terakhir terjadi pada 1988. Namun dia termasuk dalam 1.027 tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel untuk ditukar dengan seorang tentara Israel yang ditawan selama lebih dari 5 tahun oleh Hamas.
Sinwar kembali ke jabatannya sebagai kepala biro politik kelompok Hamas untuk wilayah Gaza pada 2017. Dua tahun sebelumnya, AS memasukkan Sinwar ke dalam daftar teroris internasional pada 2015.
Mohammed Deif saat ini memimpin Brigade Izzuddin Al Qassam. Dia menjadi sosok paling menakutkan bagi Israel karena menjadi otak berbagai serangan terhadap militer Zionis, termasuk dalam perang sebelumnya.