Direktur Eksekutif Youths and Environmental Advocacy Centre (YEAC), Dumnamene Fyneface, mengatakan para korban diduga menyambung pipa ke titik penyadapan dari kapal yang membawa produk minyak bumi dari fasilitas Petrokimia Indorama Eleme untuk diekspor.
Minyak dipompa melalui pipa bertekanan tinggi saat para penjarah memuatnya ke perahu, sehingga mereka terpapar asap beracun.
Fyneface mengatakan, mayat-mayat terlihat mengapung di sungai, sementara yang lain hilang.
Tragedi ini menunjukkan risiko berkelanjutan terkait penjarahan minyak ilegal dan pencurian minyak bumi di wilayah Delta Niger yang kaya minyak.
Badan-badan keamanan terus menggelar operasi terhadap pencurian minyak mentah serta penyulingan dan pengangkutan produk minyak bumi secara ilegal di Negara Bagian Rivers dan daerah sekitarnya.
Pasukan Nigeria membongkar 10 lokasi penyulingan ilegal pada April dan menangkap sembilan pencuri minyak selama operasi di Rivers, Delta, dan Akwa Ibom.
Militer juga menyita lebih dari 130.000 liter minyak mentah curian serta lebih dari 26.000 liter bahan bakar gas selama operasi tersebut.