6.700 Muslim Rohingya Tewas akibat Kekerasan Militer Myanmar

Annisa Ramadhani
Pengungsi Rohingya di Bangladesh (Foto: AFP)

Masalahnya, Myanmar belum meratifikasi Statuta Roma ICC sehingga tidak terikat di dalamnya. Membawa suatu kasus pengadilan internasional memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

"Apa yang kami temukan sangat mengejutkan, baik dari segi jumlah orang yang telah melaporkan kekerasan yang menyebabkan anggota keluarganya tewas, maupun cara mereka terbunuh yang mengerikan atau terluka parah," jelas Direktur Medis MSF, Sidney Wong.

Diungkapkannya, 69 persen korban tewas disebabkan oleh tembakan senjata api, 9 persen karena dibakar di rumah mereka, 5 persen dipukuli sampai meninggal, dan sisanya faktor lain.

Kemudian, di antara anak-anak di bawah usia lima tahun yang meninggal, lanjut MSF, lebih dari 59 persen ditembak, 15 persen dibakar, 7 persen dipukuli, dan 2 persen lainnya tewas karena ledakan ranjau darat.

"Angka ini sepertinya akan dianggap kecil karena kami belum mensurvei semua pengungsi di Bangladesh, dan juga karena survei tersebut tidak memasukkan keluarga yang belum berhasil keluar dari Myanmar," kata Wong.

Pada November, Bangladesh menyetujui meneken kesepakatan dengan Myanmar untuk memulangkan kembali para pengungsi. Persetujuan tersebut dinilai prematur oleh MSF karena pengungsi telah mengalami kekerasan saat melarikan diri. MSF juga menyebut masih ada cara lain untuk membantu para pengungsi negara bagian Rakhine itu keluar dari trauma.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 hari lalu

Partai Pro-Militer Unggul dalam Pemilu Myanmar Tahap Pertama, Partisipasi Pemilih Rendah

Internasional
12 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Kontroversial, Perang Saudara Masih Berkecamuk

Internasional
2 bulan lalu

Bangladesh Ancam India jika Tolak Ekstradisi Mantan PM Sheikh Hasina untuk Dihukum Mati

Internasional
2 bulan lalu

Bangladesh Desak India Ekstradisi Mantan PM Sheikh Hasina terkait Vonis Hukuman Mati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal