6.600 Terinfeksi Korona di Prancis, Presiden Macron: Kami Berperang Lawan Musuh Tak Terlihat

Nathania Riris Michico
Presiden Prancis Emmanuel Macron ketika berbicara dalam pidato yang disiarkan televisi kepada negara tentang wabah COVID-19, 16 Maret 2020, di Paris. (FOTO: Ludovic Marin / AFP)

PARIS, iNews.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron memerintahkan pembatasan ketat pada masyarakat untuk memperlambat penyebaran virus korona. Dia mengatakan tentara akan ditugaskan membantu memindahkan orang sakit ke rumah sakit.

Prancis menutup restoran dan bar, sekolah, hingga resor ski. Namun Macron mengatakan langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam masa damai diperlukan karena jumlah orang yang terinfeksi meningkat dua kali lipat setiap tiga hari dan kematian meningkat lebih tinggi.

Dalam pidatonya, sang presiden mengatakan bahwa mulai Selasa tengah hari waktu setempat, orang harus tinggal di rumah kecuali membeli bahan makanan, bebekerja, berolahraga, atau untuk perawatan medis.

Siapa pun yang melanggar batasan, yang diberlakukan setidaknya selama dua pekan ke depan, akan dihukum.

"Saya tahu apa yang saya minta dari Anda belum pernah terjadi sebelumnya tetapi keadaan menuntutnya," kata Macron, seperti dilaporkan Reuters, Selasa (17/3/2020).

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
21 hari lalu

Prancis Ungkap Alasan Tolak Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Nasional
22 hari lalu

Momen Macron Gunakan Bahasa Indonesia saat Sambut Prabowo di Prancis

Nasional
22 hari lalu

Prabowo Disambut Macron di Istana Elysee saat Hadiri Jamuan Makan Malam

Nasional
22 hari lalu

Presiden Prabowo Tiba di Paris, Dijadwalkan Bertemu Macron di Istana Elysee

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal