83% Serangan Rudal dan Drone Iran Justru Hantam Negara Teluk, Apa Motif Sebenarnya?

Maria Christina Malau
Sejak 28 Februari, negara-negara GCC telah menerima 4.391 serangan rudal dan drone Iran. Ini setara 83 persen dari total serangan. (Foto: Ilustrasi/AP)

Selama lebih dari empat dekade, Teheran menyebut Israel sebagai "setan kecil" dan secara terbuka menyerukan kehancurannya.

UEA menjadi negara yang paling banyak diserang, dengan total 2.156 serangan. Sebanyak 11 warga dilaporkan tewas, termasuk dua orang yang meninggal akibat tertimpa puing rudal yang berhasil dicegat pada Kamis.

Arab Saudi sejauh ini menghadapi 723 serangan drone dan rudal, dengan dua korban jiwa dan sejumlah korban luka. Sebagian besar serangan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara negara-negara GCC. Selain serangan sporadis drone oleh kelompok Houthi di Yaman, ini merupakan ujian nyata pertama bagi sistem pertahanan kawasan dan sejauh ini dinilai berhasil.

Namun, yang memicu kemarahan pemerintah di kawasan Timur Tengah adalah tujuan di balik serangan yang terus berlangsung.

Direktur Council for Arab-British Understanding, Chris Doyle, menilai klaim Iran yang hanya menyasar target militer tidak dapat dipercaya.

"Sangat jelas bahwa Iran menargetkan bagian penting dari infrastruktur sipil. Jadi klaim itu tidak kredibel," ujar Chris Doyle, dilansir dari Arab News, Jumat (27/3/2026).

Enam negara Arab mengultimatum Iran menghentikan serangan ke wilayah mereka. (Foto: AP)

Menurut Doyle, tujuan utama Iran adalah bertahan dalam perang yang mereka anggap sebagai perang eksistensi. Mereka ingin sebisa mungkin membuat AS menderita. Dengan keterbatasan kemampuan konvensional dibandingkan AS dan Israel, Iran berupaya memperluas front konflik.

"Iran membuka medan perang yang sangat luas untuk memaksa AS dan sekutunya melindungi berbagai target di 12 negara sekaligus, sekaligus menimbulkan biaya ekonomi," katanya.

Menurut Doyle, strategi itu bertujuan untuk menekan AS agar lebih cepat mencari jalan keluar dan memaksa kembali ke meja perundingan. Dia juga menilai tidak kebetulan jika UEA menjadi target utama.

"Masuk akal jika sebagian alasannya itu karena kedekatan UEA dengan Israel, normalisasi hubungan, serta keterkaitan yang semakin dalam. Iran melihatnya sebagai target yang lebih diwaspadai dibanding negara Teluk lain yang belum ditargetkan pada tingkat sama," ujarnya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Buletin
8 jam lalu

Pesawat Militer AS Mobilisasi Pasukan Terjun Payung ke Timur Tengah, Sinyal Serangan Darat ke Iran Menguat

Nasional
11 jam lalu

Prabowo Bertemu Anwar Ibrahim Hari Ini, Bahas Perang AS-Israel vs Iran?

Internasional
12 jam lalu

Trump Tunda Lagi Serang Fasilitas Energi Iran: Mereka Minta 7, Saya Kasih 10 Hari

Internasional
12 jam lalu

AS Pertimbangkan Perlakukan Iran seperti Venezuela, Ambil Alih Pasokan Minyak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal