83% Serangan Rudal dan Drone Iran Justru Hantam Negara Teluk, Apa Motif Sebenarnya?

Maria Christina Malau
Sejak 28 Februari, negara-negara GCC telah menerima 4.391 serangan rudal dan drone Iran. Ini setara 83 persen dari total serangan. (Foto: Ilustrasi/AP)

LONDON, iNews.id - Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang dimulai sejak 28 Februari, mengagetkan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) karena mereka justru menjadi sasaran pembalasan dari Teheran. Bahkan, mereka mendapat lebih banyak serangan rudal dan drone.

Negara-negara Teluk tidak terlibat dalam serangan mendadak tersebut, bahkan AS dan Israel tidak berkonsultasi lebih dulu kepada mereka. Namun, hanya sehari berselang, pada 1 Maret, enam negara GCC sudah digempur Iran.

Laporan lembaga riset berbasis di Washington, Stimson Center, yang dirilis Rabu lalu menyebut konflik AS-Israel-Iran yang kini memasuki pekan keempat, telah berkembang menjadi perang yang mengerikan dan terus meningkat. Kondisi ini tidak diinginkan oleh satu pun negara-negara teluk.

Parahnya, sejak awal terlihat erangan Iran lebih banyak menyasar infrastruktur sipil, bukan pangkalan militer AS yang diklaim sebagai target utama. Pada hari pertama, rudal Iran atau puing dari sistem pencegat telah menghantam Bandara Dubai, hotel ikonik Burj Al-Arab, Pelabuhan Jebel Ali, hingga kawasan Palm Jumeirah. 

Hari itu, Iran meluncurkan 137 rudal dan 209 drone ke Uni Emirat Arab. Serangan itu jelas-jelas merupakan upaya untuk merusak reputasi UEA sebagai pusat pariwisata, bisnis, dan investasi yang aman. Arab Saudi, Bahrain, dan Qatar juga langsung menjadi sasaran sejak hari-hari pertama perang AS-Israel vs Iran.

Iran memang mengklaim hanya menargetkan fasilitas militer yang terkait dengan AS. Namun dalam hari-hari dan pekan berikutnya, pola serangan terhadap infrastruktur sipil semakin jelas terlihat. Di Arab Saudi, target mencakup kilang minyak Ras Tanura, fasilitas Aramco, hingga ladang minyak Shaybah.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan sejumlah drone yang mengarah ke Riyadh berhasil dicegat.

"Saya baru saja keluar bersama anak kecil saya ketika tiba-tiba terdengar ledakan. Orang-orang di sekitar kami melihat ke langit, mencoba memahami apa yang terjadi. Ini bukan sesuatu yang Anda bayangkan terjadi di Riyadh," kata seorang warga Yordania di Riyadh kepada AFP pada 28 Februari. 

Serangan itu memang di luar dugaan. Bukan hanya bagi warga, tetapi juga pemerintah negara-negara teluk, yang merasa tidak memiliki peran dalam konflik tersebut.

Bahkan, Oman yang sebelumnya memediasi pembicaraan positif antara Iran dan AS sebelum pecahnya konflik, turut menjadi sasaran. Sejak 3 Maret, sejumlah serangan menghantam infrastruktur minyak dan fasilitas sipil di negara itu.

Data terbaru menunjukkan betapa timpangnya beban yang harus ditanggung negara-negara Teluk dalam perang yang tidak mereka mulai dan tidak mereka kehendaki.

Sejak 28 Februari, negara-negara GCC telah menerima 4.391 serangan rudal dan drone Iran. Ini setara 83 persen dari total serangan. Sebaliknya, Israel yang memulai perang dan melancarkan serangan harian ke Iran selama sebulan terakhir, hanya menjadi target 930 rudal dan drone atau sekitar 17 persen dari total.

Ketimpangan ini memunculkan pertanyaan besar, apa sebenarnya motif Iran?

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Buletin
10 jam lalu

Pesawat Militer AS Mobilisasi Pasukan Terjun Payung ke Timur Tengah, Sinyal Serangan Darat ke Iran Menguat

Nasional
12 jam lalu

Prabowo Bertemu Anwar Ibrahim Hari Ini, Bahas Perang AS-Israel vs Iran?

Internasional
13 jam lalu

Trump Tunda Lagi Serang Fasilitas Energi Iran: Mereka Minta 7, Saya Kasih 10 Hari

Internasional
13 jam lalu

AS Pertimbangkan Perlakukan Iran seperti Venezuela, Ambil Alih Pasokan Minyak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal