PARIS, iNews.id - Demonstrasi rusuh yang melanda Prancis pada akhir pekan memicu kerusakan besar-besaran, termasuk penjarahan toko dan butik mewah. Sedikitnya 1.500 toko dan gerai ritel menjadi sasaran serangan, dengan kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta euro.
Kerusuhan tersebut menjadi salah satu yang terbesar di Prancis dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari 500.000 orang bergabung dalam demonstrasi di berbagai wilayah, mulai dari pelajar hingga buruh dan mantan aktivis gerakan Rompi Kuning.
Aksi yang awalnya dipicu protes pelajar SMA mengenai kondisi pendidikan itu kemudian meluas ke persoalan lain, termasuk melonjaknya biaya hidup. Demonstrasi berkembang menjadi bentrokan dengan polisi, perusakan fasilitas umum, serta penjarahan tempat usaha dan kantor pemerintah.
Di Bordeaux saja, sebanyak 100 toko dilaporkan dijarah. Sementara itu, kerusakan yang dialami jaringan ritel Carrefour diperkirakan mencapai puluhan juta euro.
Alexandre Bompard, CEO grup ritel Carrefour sekaligus kepala Federasi Perdagangan dan Distribusi Prancis, mengatakan kerugian sektor ritel secara keseluruhan berpotensi mencapai ratusan juta euro.