Menurut laporan Channel 7, diskusi dalam konferensi tersebut berfokus pada proposal termasuk kontrol keamanan Israel yang berkelanjutan, pelucutan senjata Hamas, serta langkah-langkah bertujuan untuk mendorong pengusiran paksa warga Palestina dari wilayah tersebut.
Ironisnya, pernyataan tersebut disampaikan meski pemerintahan Netanyahu menyetujui rencana perdamaian Gaza yang diumumkan Presiden AS Donald Trump. Salah satu poin dari perjanjian itu Israel tidak boleh menduduki atau mencaplok Gaza.
Trump meluncurkan proposal tersebut pada akhir September sebagai bagian dari inisiatif lebih luas untuk mengakhiri perang di Gaza. Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, pertukaran sandera Israen dan tawanan Palestina, pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pembentukan pemerintahan teknokrat, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional ISF.