Afghanistan Krisis, Pemerintahan Taliban Bayar Upah Pekerja dengan Gandum

Anton Suhartono
Pemerintahan Taliban membayar gaji pekerja honorer Afghanistan dengan gandum (Foto: Reuters)

"Tentu saja tidak cukup, tapi dalam situasi ini di mana semua warga Afghanistan mengeluh tak ada pekerjaan dan kemiskinan, ini bagus," kata pria yang terpaksa menjual gerobak dagangannya untuk bertahan hidup.

Pemerintah membayar Ali dengan 10 kg gandum belum digiling per hari sebagai bayaran atas jasanya merawat sistem pengairan dan drainase di Kabul.

Para pejabat Afghanistan pada Minggu (24/10/2021) mengumumkan program padat karya, di mana 66.000 ton gandum akan diberikan kepada 44.000 pekerja honorer.

Para pekerja itu sebagian besar dikerahkan untuk membangun infrastuktur pencegah banjir bandang yang biasa melanda Kabul di musim hujan serta menggali parit untuk menyalurkan air ke penampungan.

Badan-badan PBB memperkirakan hanya 5 persen rumah tangga di Afghanistan yang punya cukup makanan. Sebagian besar bantuan internasional dicabut memicu antrean panjang warga untuk menarik dana mereka di kantor-kantor bank. Penarikan dijatah menjadi 20.000 afghani atau sekitar 200 dolar AS setiap pekan guna mengelola persediaan uang yang semakin menipis.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

Prabowo: Semua Pakar Sebut RI jadi Negara ke-4 Ekonomi Terbesar di Dunia 2050

5 hari lalu

Purbaya Ungkap RI Keluar dari Kutukan 5 Persen: Sekarang Siap ke Arah 6 Persen

11 hari lalu

Purbaya Pede Penuhi Target: Kalau Pemerintah Malas Saja Ekonomi Tumbuh 6 Persen

16 hari lalu

BPS Buka Suara soal Heboh Desil Warga Berubah: Semua Data Itu Dinamis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal