Aksi Protes Pasca-Kematian Mahsa Amini Terus Berlanjut, 83 Orang Tewas

Umaya Khusniah
Aksi protes terus berlanjut di beberapa kota di Iran pasca-kematian Mahsa Amini di tahanan polisi moral. (Foto: Reuters)

"Musuh telah melakukan kesalahan komputasi dalam menghadapi Islam Iran selama 43 tahun, membayangkan bahwa Iran adalah negara lemah yang dapat didominasi," kata Raisi di televisi pemerintah.

Sementara itu, menteri luar negeri Jerman pada Kamis (29/9/2022) menyatakan harapannya agar Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Iran setelah kematian Amini.

Di Norwegia, beberapa orang berusaha memasuki kedutaan Iran di Oslo selama demonstrasi yang diwarnai kemarahan. 

"Dua orang luka ringan, sementara polisi menahan 95 orang," lapor penyiar publik NRK. 

Sebagai informasi, Mahsa Amini (22) dari Kota Kurdi Iran Saqez, ditangkap di Teheran. Polisi moral menganggap cara berpakaiannya tidak sesuai. Cara berpakaian perempuan di Iran diatur secara ketat.

Kematiannya telah memicu demonstrasi besar pertama oposisi di jalan-jalan Iran sejak pihak berwenang membubarkan protes terhadap kenaikan harga bensin pada 2019. 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
9 jam lalu

Trump: Kesabaran Saya Sudah Habis, Iran Harus Buat Kesepakatan!

Internasional
10 jam lalu

6 Poin Hasil Pertemuan Trump dengan Xi Jinping, dari Perdagangan hingga Nuklir Iran

Internasional
11 jam lalu

AS Klaim Hancurkan Gunung Tempat Fasilitas Nuklir Iran: Kita Akan Dapatkan Uranium!

Internasional
12 jam lalu

Timnas Sepak Bola Iran Belum Dapat Visa dari AS, Batal Ikut Piala Dunia?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal