Di lihat dari latar belakangnya, negara-negara berhaluan kiri di Amerika Latin cenderung bersimpati dengan perjuangan Palestina, sementara negara-negara beraliran kanan mengikuti jejak AS. Sikap yang sama juga diambil Rusia, China, Korea Utara, serta negara-negara lain yang berseberangan dengan pandangan Barat.
Selain itu banyak warga keturunan Palestina yang bermukim di Amerika Latin sejak pengusiran besar-besaran pada 1948. Peristiwa Nakba menyebabkan jutaan warga Palestina terusir dari kampung halamannya karena menolak tunduk di bawah Israel. Banyak dari mereka yang mengungsi ke Yordania, Lebanon, Suriah, serta Jalur Gaza.
Presiden Cile Gabriel Boric, saat mengumumkan penarikan dubes Jorge Carvajal dari Israel, menuduh negara Yahudi itu melakukan pelanggaran hukum humaniter internasional yang tidak dapat diterima. Israel, kata Boric, mengikuti kebijakan hukuman kolektif terhadap rakyat Gaza.
Cile merupakan negara yang menampung warga keturunan Palestina terbesar di luar dunia Arab.
Presiden Kolombia Gustavo Petro, dalam pernyataan di X, menulis serangan Israel di Gaza merupakan pembantaian rakyat Palestina.
Negara-negara Amerika Latin lain, termasuk Meksiko dan Brasil, mendesakn gencatan senjata segera.
Bolivia pernah memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada 2009, juga sebagai bentuk protes atas serangan Israel ke Gaza.
Hubungan kedua negara baru pulih pada 2020 lalu.