Namun, belum ada konfirmasi bahwa Iran telah memutus atau menyerang ketujuh kabel internet yang dimaksud.
Selat Hormuz Jadi Titik Strategis
Ancaman terhadap kabel internet bawah laut muncul di tengah perang Iran melawan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026. Hingga Selasa (20/10/2026), konflik belum berakhir dan belum terlihat tanda-tanda kedua pihak kembali ke meja perundingan.
Sejak perang pecah, Iran memblokade Selat Hormuz sehingga membatasi lalu lintas kapal tanker dan kapal kargo yang melintasi jalur perairan strategis tersebut.
Selat Hormuz menjadi titik penting dalam konflik karena jalur ini merupakan salah satu koridor utama perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut dapat berdampak pada distribusi minyak dan gas internasional.
Iran dan AS juga sama-sama mengeklaim memiliki kendali atas jalur perairan tersebut.