"Kepedulian kami terhadap martabat dan kesejahteraan para siswa yang ditahan dan kebutuhan akan akses konsuler secepat mungkin bagi para pejabat India kepada para tahanan itu ditegaskan kembali," demikian pernyataan kementerian itu, seperti dilaporkan BBC, Minggu (3/2/2019).
MEA menyebut para siswa mungkin diperdaya untuk mendaftar dan harus diperlakukan secara berbeda oleh perekrut yang mungkin menipu mereka.
"Kami mendesak pihak AS untuk berbagi rincian lengkap dan pembaruan reguler para siswa dengan pemerintah, untuk membebaskan mereka dari penahanan secepatnya dan tidak menggunakan deportasi yang bertentangan dengan keinginan mereka," tambah MEA.
Dikabarkan Times of India, hotline telepon untuk kerabat yang khawatir atas mereka yang ditahan dibentuk di kedutaan India di Washington.
Kedutaan Besar AS di Delhi mengonfirmasi menerima demarkasi tersebut, namun tidak membuat pernyataan lebih lanjut.