Antisipasi Ekstremisme, Pakistan Reformasi Lebih dari 30.000 Madrasah

Nathania Riris Michico
Para pelajar membaca Al-Quran bersama dalam sebuah madrasah di desa Jaba, Balakot, Pakistan. (foto: REUTERS).

ISLAMABAD, iNews.id - Pakistan mengumumkan rencana reformasi besar-besaran terhadap lebih dari 30.000 madrasah, di tengah tuduhan lama bahwa madrasah mempromosikan aksi kekerasan dan ekstremisme, dan memiliki hubungan dengan jaringan teroris transnasional.

Masyarakat internasional saat ini tengah menekan Pakistan untuk mengambil tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok Islam yang mengoperasikan madrasah dan fasilitas lain di negara itu. Sebagian kelompok ini dinilai bertanggung jawab merencanakan serangan lintas-perbatasan terhadap India dan Afghanistan.

Dalam konferensi pers di markas militer di Rawalpindi, juru bicara militer Mayjen Asif Ghafoor mengatakan reformasi untuk madrasah-madrasah "arus utama" akan dilakukan dalam tiga tahap.

Dia menyebut, lebih dari 2,5 juta anak-anak kini belajar di madrasah-madrasah di seluruh Pakistan.

"Pendidikan Islam akan tetap diajarkan di madrasah, tetapi tidak boleh ada pernyataan bernada kebencian atau hate speech," tegas Ghafoor, seperti dilaporkan Associated Press, Selasa (30/4/2019).

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
5 hari lalu

Pakistan Mencekam, Pasukan Pemerintah Bunuh 145 Anggota Kelompok Separatis

Internasional
14 hari lalu

Kebakaran Dahsyat Landa Mal di Pakistan, Korban Tewas Tembus 67 Orang

Internasional
17 hari lalu

Horor! Mal Terbakar Hebat, 21 Orang Tewas 61 Lainnya Hilang

Nasional
28 hari lalu

Pasutri WN Pakistan Telan 162 Kapsul Isi Sabu untuk Selundupkan ke RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal