Ghafoor menuturkan, saringan yang dilakukan pemerintah terhadap madrasah di seluruh negara itu mendapati bahwa, dari lebih dari 30.000 madrasah, ada sekitar 100 yang mengajarkan ekstremisme dan terorisme.
"Sisanya tidak terlibat dalam kegiatan seperti itu dan siswa-siswa madrasah tersebut hanya mendapat pendidikan Islam saja, tidak memiliki akses terhadap pelajaran-pelajaran kontemporer," ujar Ghafoor.
Jenderal militer itu juga mengatakan, Perdana Menteri Imran Khan sudah membentuk komite khusus untuk bekerja sama dengan organisasi-organisasi yang mengelola madrasah untuk memasukkan mata pelajaran modern dalam silabus pendidikan mereka.
Hingga baru-baru ini saja, sebut Ghafoor, madrasah di Pakistan senantiasa berada di bawah bidang pelayanan industri.
Dia tidak menjelaskan lebih jauh. Namun Ghafoor mengatakan madrasah kini dimasukkan di bawah kementerian pendidikan.