Apa Saja Tugas 'Pasukan Khusus AI' Bentukan Trump?

Anton Suhartono
Donald Trump membentuk gugus tugas khusus bernama Super Intelligence Force (SIF) untuk mengoordinasikan kebijakan pemerintah terkait AI (Foto: AP)

Reuters melaporkan SIF juga akan menilai risiko dan peluang dari sistem AI canggih serta menentukan peran pemerintah dalam mengelola perkembangan teknologi tersebut. Gugus tugas itu diberi waktu *120 hari untuk menghasilkan laporan komprehensif* mengenai risiko, peluang, dan peran pemerintah AS.

2. Memastikan AS unggul dalam teknologi

SIF juga memiliki misi strategis untuk mempertahankan posisi AS sebagai pemimpin dalam pengembangan teknologi AI.

Mandat tersebut sejalan dengan kebijakan Trump yang mendorong pengembangan teknologi secara cepat dan menghindari regulasi yang dinilai dapat menghambat inovasi. Reuters melaporkan pemerintahan Trump menempatkan persaingan teknologi dengan negara seperti China sebagai salah satu pertimbangan penting.

Trump sebelumnya bahkan mengeluarkan perintah eksekutif yang mengarahkan pemerintah federal menggunakan istilah “Super Intelligence” atau “SI”, menggantikan “Artificial Intelligence” atau “AI” dalam komunikasi dan dokumen resmi sejauh diizinkan hukum.

Dalam perintah tersebut, pemerintah AS juga diminta menyusun definisi federal baru mengenai Super Intelligence dalam waktu 60 hari.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
15 jam lalu

Trump Desak Warga AS Terima Lonjakan Harga Dampak Perang Iran

17 jam lalu

Heli Angkatan Laut AS Hilang di Laut Merah Dekat Arab Saudi, Jatuh?

21 jam lalu

Pejabat Israel Sebut Iran Mungkin Serang Negaranya untuk Ganggu Pemilu

21 jam lalu

Perang AS-Iran Bisa Meledak Lagi! Israel Siapkan Skenario Serangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal