Arab Saudi Hentikan Perjanjian Pertahanan dengan AS, Ini Penyebabnya

Aditya Pratama
Arab Saudi menghentikan upaya untuk mencapai perjanjian pertahanan dengan Amerika Serikat. (Foto: SPA)

Perjanjian penuh AS-Arab Saudi harus disahkan Senat AS dengan mayoritas dua pertiga, dan ini tidak akan dimulai kecuali Riyadh mengakui Israel.

Perjanjian yang saat ini tengah dibahas akan melibatkan perluasan latihan dan latihan militer bersama untuk mengatasi ancaman regional, terutama dari Iran. Ini akan mendorong kemitraan antara perusahaan pertahanan AS dan Saudi, dengan perlindungan untuk mencegah kolaborasi dengan China.

Selain itu, perjanjian tersebut akan mempromosikan investasi Saudi dalam teknologi canggih, terutama pertahanan pesawat tanpa awak. AS akan meningkatkan kehadirannya di Riyadh melalui pelatihan, logistik, dan dukungan keamanan siber, dan mungkin akan mengerahkan batalion rudal Patriot untuk meningkatkan pertahanan rudal dan pencegahan terpadu.

Namun, itu bukanlah perjanjian pertahanan bersama yang mengikat yang akan mewajibkan pasukan AS untuk melindungi eksportir minyak terbesar di dunia jika terjadi serangan asing.

"Arab Saudi akan mendapatkan kesepakatan keamanan yang akan memungkinkan lebih banyak kerja sama militer dan penjualan senjata AS, tetapi bukan perjanjian pertahanan yang serupa dengan Jepang atau Korea Selatan seperti yang awalnya diinginkan," ucap Kepala Gulf Research Institute, Abdelaziz al-Sagher dalam keterangannya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Internasional
1 menit lalu

Prancis dan Uni Eropa Kompak Dukung Spanyol Lawan Ancaman AS soal Perang Melawan Iran

Internasional
31 menit lalu

Intelijen AS Ungkap Serangan Besar-besaran ke Iran Tak Akan Beri Efek Perubahan Rezim

Internasional
54 menit lalu

AS Akan Intervensi Pemilihan Pemimpin Iran yang Baru, Tak Ingin Rezim Berulang

Internasional
1 jam lalu

Iran Klaim Tangkap Beberapa Tentara AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal