Pembatalan pertandingan ini disambut dengan gembira oleh warga Gaza, di mana lebih dari 120 warganya tewas ditembak tentara Israel dalam demonstrasi sejak 30 Maret.
Di Ramallah, Tepi Barat, asosiasi sepak bola Palestina menyampaikan terima kasih kepada Lionel Messi dan para rekannya atas pembatalan ini.
"Nilai, moral, dan olahraga memastikan kemenangan hari ini dan kartu merah diberikan kepada Israel melalui pembatalan permainan," kata ketua asosiasi, Jibril Rajoub.
Salah satu yang memicu amarah masyarakat Palestina terkait laga persahabatan itu adalah lokasi penyelenggaraannya dipindah dari stadion Haifa ke Yerusalem Barat. Padahal, status wilayah itu masih diperdebatkan.
Israel menyebut Yerusalem sebagai ibu kota abadi dan tak dapat dibagi. Sementara itu Palestina menyebut Yerusalem sebagai ibu kota masa depan.