AS Batalkan Gencatan Senjata, Ini Tanggapan Keras Iran

Anton Suhartono
Iran memberi peringatan keras kepada AS karena menghentikan nota kesepahaman (MoU) perjanjian gencatan senjata (Foto: AI)

TEHERAN, iNews.id -Iran memberi peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) karena menghentikan nota kesepahaman (MoU) perjanjian gencatan senjata. Keputusan itu bisa membuat Timur Tengah kembali membara.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan, MoU Islamabad yang mengakhiri perang melawan Iran telah berakhir alias tak berlaku lagi. Pernyataan itu disampaikan Trump setelah AS dan Iran terlibat saling serang sejak Selasa (7/7/2026) malam.

Ali Akbar Velayati, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, memperingatkan pernyataan Trump tersebut bisa mengubah Timur Tengah menjadi kobaran api.

"Tanggung jawab atas eskalasi terbaru serta pengakuan lisan pembatalan nota kesepahaman oleh politisi pencuri yang dipermalukan oleh skandal Epstein, sebuah nota kesepahaman yang dalam praktiknya telah berulang kali dilanggar, sekali lagi akan mendorong kawasan menuju kobaran api," kata Velayati, seperti dikutip dari kantor berita Mehr, Kamis (9/7/2026).

Dia melanjutkan, Iran juga telah memperingatkan, Timur Tengah bukan tempat untuk pertaruhan politik negara-negara kecil.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS, Ini Penyebabnya 

12 jam lalu

Tak Mau Tunduk dari Tekanan, PM Kanada Balas Tarif 50% AS: Ini soal Kedaulatan

14 jam lalu

Menkeu AS: Perang Ekonomi Iran, Serangan Finansial Terbesar AS terhadap Musuh

15 jam lalu

Wow, Trump Sulap Jalanan di Sekitar Gedung Putih Jadi Sirkuit Balap 250 Grand Prix

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal