TEHERAN, iNews.id -Iran memberi peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) karena menghentikan nota kesepahaman (MoU) perjanjian gencatan senjata. Keputusan itu bisa membuat Timur Tengah kembali membara.
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan, MoU Islamabad yang mengakhiri perang melawan Iran telah berakhir alias tak berlaku lagi. Pernyataan itu disampaikan Trump setelah AS dan Iran terlibat saling serang sejak Selasa (7/7/2026) malam.
Ali Akbar Velayati, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, memperingatkan pernyataan Trump tersebut bisa mengubah Timur Tengah menjadi kobaran api.
"Tanggung jawab atas eskalasi terbaru serta pengakuan lisan pembatalan nota kesepahaman oleh politisi pencuri yang dipermalukan oleh skandal Epstein, sebuah nota kesepahaman yang dalam praktiknya telah berulang kali dilanggar, sekali lagi akan mendorong kawasan menuju kobaran api," kata Velayati, seperti dikutip dari kantor berita Mehr, Kamis (9/7/2026).
Dia melanjutkan, Iran juga telah memperingatkan, Timur Tengah bukan tempat untuk pertaruhan politik negara-negara kecil.