AS dan PBB Kecam Kekerasan Aparat Myanmar usai 1 Perempuan Kritis Tertembak di Kepala

Djairan
Polisi dan demonstran saling berhadapan dalam aksi menentang kudeta militer di Myanmar. (Foto: Reuters)

Dokter menyebutkan, selain perempuan tersebut, ada tiga orang lainnya sedang dirawat karena luka akibat peluru karet. Polisi sempat melepaskan beberapa tembakan yang sebagian besar diarahkan ke udara, untuk mengusir pengunjuk rasa.

PBB meminta militer Myanmar untuk menghormati hak rakyat yang melakukan protes secara damai. “Penggunaan kekuatan yang tidak proporsional terhadap para demonstran tidak dapat diterima," kata Ola Almgren, perwakilan PBB di Myanmar.

Avinash Paliwal, dosen senior hubungan internasional di Sekolah Studi Oriental dan Afrika Universitas London, memperkirakan Myanmar tidak akan terisolasi seperti pemerintahan militer di masa lalu. China, India, hingga Jepang tampaknya tidak mungkin memutuskan hubungan dengan negara itu.

“AS dan negara Barat lainnya bisa saja memberikan sanksi, tetapi kudeta ini dan konsekuensinya akan berdampak dan menjadi cerita Asia, bukan bagi Barat,” kata Paliwal.

Militer di bawah komando Jenderal Min Aung Hlaing mengambil alih pemerintahan Myanmar atas dasar tuduhan kecurangan dalam pemilihan 8 November oleh partai Suu Kyi, NLD. Pada Selasa (9/2/2021) malam, polisi menggerebek markas NLD di Yangon, seperti yang dikonfirmasi oleh anggota parlemen.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Terungkap! Trump Perintahkan Serang Houthi tapi Dibatalkan di Menit-Menit Terakhir

2 hari lalu

Iran Dapat Informasi AS Akan Menyerang Lagi, Siapkan Pembalasan Dahsyat

3 hari lalu

Pertama Kali, Indonesia Bersama Belanda Jadi Tuan Rumah Forum Menteri Tingkat Internasional PBB di 2027

3 hari lalu

Heboh! Teknologi Jet Tempur Siluman F-35 AS Mungkin Bocor ke China, Komponen Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal