AS Hentikan Sementara Penjualan Senjata, termasuk Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab

Anton Suhartono
Pemerintahan Joe Biden menghentikan sementara penjualan senjata ke sekutu (Foto: AFP)

Manajemen Raytheon mengatakan, dengan bergantinya pemerintahan, kecil kemungkinan bisa mendapatkan lisensi untuk penjualan komersial langsung persenjataan senilai sekitar 500 juta dolar AS kepada pelanggan Timur Tengah. Raytheon tidak menyebutkan nama pelanggannya.

Sementara itu UEA menegaskan akan bekerja sama dengan pemerintahan Biden untuk melanjutkan pembelian sebagaimana sudah disetujui di pemerintahan Trump.

"Uni Emirat Arab akan bekerja erat dengan pemerintahan Biden dalam pendekatan menyeluruh untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas Timur Tengah," kata Duta Besar UEA untuk Amerika Serikat, Yousef Al Otaiba, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/1/2021).

"Paket F-35 lebih dari sekadar menjual perangkat keras militer kepada mitra, seperti AS, ini memungkinkan UEA untuk memperkuat pertahanan terhadap agresi. Sejalan dengan dialog baru dan kerja sama keamanan, ini membantu untuk meyakinkan mitra AS di kawasan," ujarnya, menambahkan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak

2 hari lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

2 hari lalu

Presiden Pezeshkian Jelaskan ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

2 hari lalu

81 Pesawat Militer AS Rusak dan Hancur Selama Perang Melawan Iran, Ini Daftarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal