WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan 1.000 tentara tambahan ke Timur Tengah. Hal ini didasari ketegangan yang kian meningkat dengan Iran.
"Pasukan sedang dikirim untuk tujuan defensif untuk mengatasi ancaman udara, laut, dan darat di Timur Tengah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan, dalam pernyataan, seperti dilaporkan AFP, Selasa (18/6/2019).
"Serangan Iran baru-baru ini mengesahkan intelijen yang andal dan kredibel yang kami terima tentang perilaku bermusuhan oleh pasukan Iran dan kelompok-kelompok proksi mereka yang mengancam personel dan kepentingan AS di seluruh kawasan," ujar Shanahan.
AS menyalahkan Iran atas serangan pekan lalu terhadap dua tanker minyak di Teluk Oman, tuduhan yang disebut Iran "tidak berdasar."
Dalam pernyataan itu, Shanahan menegaskan AS tidak mencari konflik dengan Iran,
(Penempatan itu) bertujuan memastikan keselamatan dan kesejahteraan personel militer kami yang bekerja di seluruh kawasan dan untuk melindungi kepentingan nasional kami."
Ketegangan antara AS dan Iran makin meningkat sejak AS menghentikan perjanjian nuklir multi-negara 2015 dengan Iran.
AS juga kembali memberlakukan sanksi yang melumpuhkan ekonomi Iran; memperkuat kehadiran militernya di kawasan itu; serta memasukkan Pasuka Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris global.