AS Klaim 30.000 Tentara Bayaran Rusia Wagner Group Jadi Korban di Ukraina, 9.000 Tewas

Ahmad Islamy Jamil
Perusahaan tentara bayaran Rusia, Wagner Group, disebut-sebut AS menderita banyak korban selama pertempuran di Ukraina. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC, iNews.idAmerika Serikat mengklaim perusahaan tentara bayaran Rusia, Wagner Group, menderita lebih dari 30.000 korban sejak dimulainya agresi militer Moskow ke Ukraina setahun lalu. Gedung Putih menyebut ada sekitar 9.000 anggota Wagner yang tewas dalam pertempuran itu.

AS memperkirakan, 90 persen tentara Wagner yang tewas di Ukraina sejak Desember 2022 adalah narapidana. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih (NSC), John Kirby, kepada wartawan pada pengarahan reguler, Jumat (17/2/2023).

Mengutip intelijen AS, setengah dari keseluruhan kematian pasukan Wagner itu terjadi sejak pertengahan Desember, ketika pertempuran berkecamuk di Kota Bakhmut, Ukraina Timur. Akan tetapi kelompok tentara bayaran Rusia itu membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mencapai kota tersebut dan dengan “biaya yang sangat besar”.

“Mungkin saja mereka (Wagner) akhirnya berhasil di Bakhmut, tetapi itu tidak akan berarti bagi mereka karena itu tidak memiliki nilai strategis yang nyata,” klaim Kirby. 

Menurut dia, pasukan Ukraina akan mempertahankan garis pertahanan yang kuat di seluruh wilayah Donbas. .

Kirby mengatakan, Wagner Group sangat bergantung pada narapidana, yang dikirim ke medan perang tanpa pelatihan atau peralatan. Namun, ada komentar baru-baru ini dari pendiri Wagner, Yevgeny Prigozhin, bahwa pihaknya telah berhenti merekrut tahanan untuk berperang di Ukraina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
7 jam lalu

Bela Iran, China Kecam Perang Ekonomi AS: Tak Menyelesaikan Masalah

8 jam lalu

Trump Sebut Iran Sekarat: Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji Tentara

11 jam lalu

Trump: Jika AS Dipimpin Presiden Cerdas, Kim Jong Un Akan Berlaku Baik

13 jam lalu

Trump Akui Iran Tangguh Hadapi Tekanan: Tapi Mereka Sedang Sekarat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal