AS Masih Bisa Kerja Sama dengan China Tekan Program Senjata Pemusnah Massal Korut

Arif Budiwinarto
Deputi Sekretaris Negara Amerika Serikat, Stephen Biegun (foto: Reuters)

Hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara merenggang setelah pembicaraan program denuklirisasi pada Oktober 2019 antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un gagal terwujud.

Setelah itu, Korut mengklaim beberapa kali berhasil menguji coba misil antar-benua yang bisa menjangkau Amerika Serikat, serta uji coba rudal berhulu ledak nuklir.

Kepentingan Amerika di Semenanjung Korea semakin terganggu setelah Korut memutus komunikasi dengan Korea Selatan, yang merupakan sekutu AS, serta menghancurkan kantor penghubung Korea pada Juni lalu.

Presiden Donald Trump menyebut Korea Utara merupakan ancaman nyata di wilayah Indo-Pasifik, bukan cuma bagi Korsel tetapi juga sekutu AS lainnya seperti Jepang dan beberapa negara di Asia Tenggara.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
54 menit lalu

Khamenei Sebut AS Serang Iran karena Ingin Kuasai Minyak dan Gas

Nasional
7 jam lalu

Airlangga Ungkap Nego Tarif Dagang RI-AS Rampung, Tinggal Finalisasi Dokumen

Internasional
8 jam lalu

Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah

Internasional
23 jam lalu

Diancam Khamenei, Trump: Semoga Kita Bisa Capai Kesepakatan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal