AS Masukkan Taiwan sebagai Wilayah China di Grafis Nuklir Dunia

Anton Suhartono
Grafis Tinjauan Postur Nuklir yang dirilis Kemhan AS (Pentagon)

WASHINGTON, iNews.id – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) melakukan kesalahan dengan memasukkan Taiwan sebagai wilayah China dalam grafis Tinjauan Postur Nuklir yang dirilis di website resmi. Kemhan AS (Pentagon) sudah menarik grafis itu dan menggantinya dengan yang baru.

“Ada kesalahan pencetakan dalam Tinjauan Postur Nuklir 2018,” kata juru bicara Pentagon, sebagaimana dikutip dari Japan Times, Senin (5/2/2018).

Grafis itu diunggah di website Pentagon pada Jumat 2 Februari. Pentagon menegaskan bahwa kesalahan ini tidak berdampak pada sikap AS dalam memosisikan Taiwan, terkait konfliknya dengan China.

“Kebijakan AS terhadap Taiwan tetap konsisten selama tujuh pemerintahan presiden dan didasarkan atas Taiwan Relations Act of 1979, tiga komunike AS-China, serta (perjanjian) 6 Assurance,” kata jubir tersebut.

AS membina kembali hubungan dengan China pada 1979, ditandai dengan diputusnya hubungan diplomatik dengan Taiwan, sebagai bagian dari kebijakan ‘Satu China’.

Meski demikian, AS ternyata tetap menjalin hubungan tak resmi dengan Taiwan, termasuk menjual senjata.  Tak heran jika China menganggap kebijakan AS itu ambigu.

Sementara itu China menganggap Taiwan provinsi yang tak patuh. Bahkan, China tak segan-segan mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut kembali wilayah itu.

Kesalahan terkait dengan Taiwan bukan pertama kalinya terjadi. Pada Desember 2016, Donald Trump yang saat itu masih berstatus presiden AS terpilih melanggar tradisi presiden-presiden sebelumnya.

Trump menjadi pemimpin pertama AS yang berbicara langsung dengan pemimpin Taiwan Tsai Ing Wen sejak putusnya hubungan diplomatik. Dia berbicara melalui hubungan telepon dengan Tsai selama 10 menit.

Kim Yong Nam akan didampingi oleh tiga pejabat serta 18 tim pendukung. Rombongan pejabat Korut tiba pada Jumat 9 Februari dan berada di Korsel selama 3 hari.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
15 jam lalu

Hamas Siap Lucuti Senjata, Syaratnya Israel Harus Tarik Pasukan dari Jalur Gaza

17 jam lalu

Trump Umumkan Board of Peace Sepakat Lucuti Senjata Hamas di Gaza

17 jam lalu

Netanyahu Berubah Drastis Lebih Hati-Hati Bicara dengan Trump, Ada Apa?

2 hari lalu

AS Serang Iran Lagi, Bombardir Gedung Tempat Tinggal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal