AS Perbarui Lembar Fakta di Situs Web, Tak Mendukung Kemerdekaan Taiwan dari China

Anton Suhartono
Deplu AS memperbarui lembar fakta di situs web resmi bahwa tak mendukung kemerdekaan Taiwan dari China (Foto: Reuters)

Secara de facto Taiwan sudah menjadi wilayah merdeka, meski tak mendapat pengakuan internasional. AS juga tidak memiliki hubungan formal dengan Taipei, meski menjadi pendukung utama pertahanan wilayah itu dari ancaman serangan China.

Nama resmi Taiwan tetap Republik China, sebagaimana diadopsi oleh pemerintahan usai melarikan diri dari China daratan pada 1949 setelah kalah dalam perang saudara melawan pasukan Komunis.

Parlemen China pada 2005 mengesahkan undang-undang yang memberi dasar hukum bagi pemerintah untuk melakukan tindakan militer jika Taiwan memisahkan diri.

Namun Taiwan menegaskan sebanyak 23 juta penduduknya memiliki hak untuk memutuskan masa depan sendiri. Rakyat Taiwan ingin perdamaian namun akan membela diri jika diserang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!

11 jam lalu

Trump Murka Google Didenda Rp18 Triliun oleh Uni Eropa: Perampok!

14 jam lalu

Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!

14 jam lalu

Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal