AS Sebut ISIS Dalang Pembantaian Massal di Gedung Konser, Rusia Tak Mau Percaya Begitu Saja

Ahmad Islamy Jamil
Aparat Rusia mendatangi lokasi penembakan massal yang menewaskan lebih dari 130 orang di luar Kota Moskow, Jumat (22/3/2024) malam. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC, iNews.idRusia menilai tidak perlu terburu-buru mengambil kesimpulan terkait dalang penembakan massal yang menewaskan 133 orang di gedung konser musik dekat Moskow, Jumat (22/3/2024) lalu. Pasalnya, aparat Rusia masih melakukan investigasi untuk menemukan pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu. 

“Pihak berwenang Rusia akan mencari tahu siapa yang mengorganisasi aksi teroris ini. Saya pikir tidak perlu terburu-buru mengambil kesimpulan hari ini... pekerjaan (penyelidikan) seperti ini memerlukan ketenangan,” kata Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, kepada kantor berita Sputnik, akhir pekan ini. 

Komentar itu dia sampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan Amerika Serikat baru-baru ini yang menyebut ISIS terlibat dalam serangan teroris tersebut. Sekretaris Pers Gedung Putih AS, Karine Jean-Pierre, pada Sabtu kemarin menyampaikan belasungkawa dan mengutuk pembantaian massal itu. Dia mengatakan, ISIS adalah musuh bersama yang harus dikalahkan. 

Penembakan massal terjadi di tengah berlangsungnya konser musik di Crocus City Hall dekat Moskow, Jumat malam waktu setempat. Seorang koresponden Sputnik yang menyaksikan serangan itu melaporkan bahwa setidaknya tiga pria mengenakan pakaian kamuflase masuk ke dalam aula, menembaki orang-orang dari jarak dekat dan melemparkan bom. 

Komite Investigasi Rusia mengungkapkan, jumlah korban tewas akibat serangan di gedung konser tersebut sampai sejauh ini mencapai 133 orang. 

Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menyatakan, sebelas orang telah ditahan sehubungan dengan serangan itu, termasuk empat orang yang terlibat langsung. Keempatnya ditahan di wilayah Bryansk, Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina, dengan selang waktu beberapa jam.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Trump Ancam Iran Lagi, Negosiasi Buntu Berarti Serangan Jilid 2

Internasional
7 jam lalu

Ukraina Mungkin Gelar Referendum Tahun Ini untuk Serahkan Wilayah ke Rusia

Internasional
10 jam lalu

Zelensky Dilaporkan Siap Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia sebagai Syarat Gencatan Senjata

Internasional
10 jam lalu

Presiden Pezeshkian: Iran Tak Akan Tunduk kepada AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal