AS: Stok Amunisi Menipis, Rusia Mungkin Bakal Beralih Gunakan Roket yang Sudah Usang

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi roket yang digunakan Rusia dalam pertempuran. (Foto: Dok. 2019)

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina. 

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khususnya adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Sebagai tanggapan atas tindakan Rusia itu, negara-negara Barat dan sekutunya menjatuhkan beragam sanksi terhadap Moskow, sembari terus memasok persenjataan ke Ukraina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
10 jam lalu

Prabowo Ingin RI Untung Maksimal, Matangkan Strategi Perundingan dengan AS

Internasional
4 jam lalu

Terungkap! 50.000 Lebih Tentara Israel Miliki Kewarganegaraan Asing

Internasional
20 jam lalu

Gawat! AS Siapkan Serangan Beberapa Minggu ke Iran Begitu Keluar Perintah dari Trump

Internasional
21 jam lalu

4 Alasan Trump Bersedia Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal