AS Tepis Laporan Media soal Rencana Penambahan 14.000 Pasukan ke Timur Tengah

Anton Suhartono
Pentagon membantah laporan media AS soal rencana penambahan 14.000 pasukan ke Timur Tengah (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menepis laporan surat kabar Wall Street Journal (WSJ) soal rencana penambahan 14.000 tentara ke Timur Tengah terkait meningkatnya ancaman Iran.

Sebelumnya WSJ, mengutip sumber di pemerintahan, melaporkan, selain 14.000 tentara AS juga akan menambah armada tempurnya termasuk puluhan kapal perang.

Disebutkan, keputusan itu kemungkinan akan ditentukan Presiden Donald Trump pada bulan ini.

Pentagon pun mempertanyakan keakurasian laporan WSJ.

"Biar jelas, laporan itu salah. AS tak mempertimbangkan mengirim tambahan 14.000 pasukan ke Timur Tengah," kata Juru Bicara Pentagon Alyssa Farah, dikutip dari AFP, Kamis (5/12/2019).

Komandan Komando Pusat AS Kenneth McKenzie, dalam konferensi pertahanan di Manama, Bahrain, pada 23 November, mengatakan, sumber daya yang ada milik AS tak mungkin melindungi seluruh wilayah Timur Tengah.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

Kilang Minyak Diserang Iran-Houthi, Arab Saudi Tetap Pasok Energi Tanpa Putus

14 jam lalu

Trump Bela Kesepakatan Solar dengan Rusia, Zelensky Murka: Putin Dapat Duit untuk Perang!

16 jam lalu

Trump: Iran Negara Gagal

16 jam lalu

Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi, Ini Penjelasan soal Benjolan di Paru-parunya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal