Ayah di Maroko Memohon kepada Putin agar Selamatkan Putranya dari Hukuman Mati karena Bela Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Rusia Vladimir Putin dinilai bisa melakukan campur tangan untuk menyelamatkan pria Maroko yang divonis hukuman mati karena ikut berperang melawan Rusia di Donetsk, Ukraina, beberapa waktu lalu. (Foto: Reuters)

Pada 13 Juni lalu, Pemerintah Maroko menyatakan, Saadoun ditangkap saat mengenakan seragam militer negara Ukraina, yakni sebagai anggota unit Angkatan Laut Ukraina.

Dikatakan pula bahwa pemuda itu dipenjara oleh “entitas yang tidak diakui oleh PBB maupun Maroko”. Namun, tak ada lagi komentar lebih lanjut dari Rabat sejak saat itu.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) di Maroko telah mendesak pemerintah untuk campur tangan untuk menyelamatkan pemuda itu, dengan alasan kekhawatiran atas kesehatannya.

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khususnya itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
19 jam lalu

Rusia Sebut Amerika Serang Venezuela Bukan karena Narkoba, tapi Minyak

Internasional
4 hari lalu

Pesan Tahun Baru, Zelensky Tegaskan Tak Akan Menyerah Lawan Rusia

Internasional
5 hari lalu

Pidato Tahun Baru, Putin Sebut Rusia Akan Menangkan Perang di Ukraina

Internasional
5 hari lalu

Meriahnya Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Berbagai Negara

Internasional
5 hari lalu

Rusia Mulai Operasikan Rudal Nuklir Oreshnik, Kirim ke Belarusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal